HeadlinePoleksosbud

Terbakar 2019, Kobong Pesantren Al Hikamussalafiyyah Kembali Dibangun

FORKOWAS.COM – Kobong atau asrama santri putra di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah Sukamantri, Kec. Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, pada Oktober 2019 terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, tapi bangunan dan barang-barang di asrama hangus terbakar.

Dua tahun lebih kajadian itu berlalu, kini kembali berdiri kokoh bangunan asrama sebanyak tiga lantai.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah, H Sa’dulloh menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah membantu dalam pembangunan asrama tersebut.

“Alhamdulillah secara fisik asrama ini sudah selesai 100 persen. Asrama ini dibangun dari dana pribadi, dana pesantren, masyarakat, dan para donatur,” katanya dalam acara syukuran asrama, Kamis (6/1/2022).

Pasca kebakaran, Pesantren Al Hikamussalafiyyah langsung membuka penerimaan donasi untuk pembangunan kobong tersebut.

Bantuan tersebut berupa dana, pakaian, mushaf Al Qur’an, makanan, alat-alat sekolah, dan bantuan jenis yang lainya terus berdatangan.

“Bantuan tidak hanya datang dari warga Jawa Barat, banyak juga dari luar daerah yang ikut andil memberikan bantuan,” katanya.

Seminggu setelah kebakaran terjadi, reruntuhan bekas kebakaran diratakan habis.

Lalu, dibangun pondasi baru dengan kekuatan pondasi untuk bangunan tiga lantai. Ketika pembangunan sampai dilantaiu kedua, proyek pembanguna sempat dihentikan dulu beberapa bulan.

Dan pada kamis, 6 Januari 2021 Alhamdulllah Asrama ini sudah selesai dengan total menghabiskan anggaran dana 2 milyar, kata H Sa’dulloh.

Di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah hari ini sedang dipacu dua pembangunan yang harus diperhatikan penuh. Pertama pembangunan kualitas pendidikan santri, dan yang kedua kualitas pembangunan fisik seperti asrama, gedung-gedung tempat belajar, dan bangunan fisik lainnya. Dua-duanya harus terlayani dan terfasilitasi.

Sementara Sesepuh Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, KH. Mohammad Aliyuddin memberikan nama untuk kobong baru tersebut dengan nama Subulussalam.

“Asrama atau kobong yang dulu sempat kebakaran dinamakan saja Asrama Subulussalam,” kata KH. Muhammad Aliyuddin. ***

Tag

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close